Anies Akhirnya Akui Mulai Kewalahan Memimpin Jakarta


ubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai sulit merealisasikan janji kampanyenya.

Ketiadaan wakil gubernur membuat Anies gelagapan.

"Tidak mudah (bekerja sendiri) karena janji kampanye begitu banyak," kata Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Michael Victor Sianipar di Gedung DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juli 2019.

Dia menilai kinerja Anies tidak akan maksimal. Anies, kata Michael, perlu segera memiliki pendamping untuk membagi tugas.

Michael membandingkan Anies yang serba sendiri dengan Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jokowi-Ahok dinilai maksimal dalam bekerja karena saling melengkapi.

Kala itu, ungkap Michael, Jokowi fokus memastikan proyek strategis berjalan. Sedangkan BTP rutin membersihkan birokrasi di internal DKI.

"Kalau sekarang semua satu pihak di Pak Gubernur. Lebih baik kalau dibagi dua orang," ujarnya.

Sebelumnya, Anies mengaku mulai kewalahan bertugas seorang diri tanpa didampingi wakil gubernur.

Terutama, ketika harus bertugas sebagai protokoler Presiden Joko Widodo.

Kondisi tersebut baru ia rasakan saat Presiden Joko Widodo harus bertolak ke Bangkok, Thailand, pada Sabtu, 22 Mei 2019. Jadwal Anies terbentur agenda lain.

Berdasarkan standar protokoler kepresidenan, Anies sebagai Gubernur harus mendampingi Presiden hingga di bandara.

Pada saat bersamaan, Anies harus memimpin upacara hari ulang tahun (HUT) ke 492 DKI Jakarta di lapangan Silang Monumen Nasional (Monas).

"Nah kalau ada wakil (bisa) dikirim (mewakili) Gubernur (memimpin) upacara (HUT Jakarta), kalau sekarang terpaksa tidak bisa (mendampingi Jokowi)," ujar Anies di Ruang Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Mei 2019.

sumber: medcom.id

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect